Jumat, 31 Agustus 2012

Pentingnya Mencari Guru Mursyid



Habib Umar Mursyid Jamaah Asy Syahadatain

 
Dalam koridor ilmu tasawuf (Tharekat) Mursyid adalah manusia yang atas izin Allah, dia dipertemukan dengan mursid sebelumnya lalu mendapatkan talqin dzikir, mengamalkan tarekatnya dengan benar sehingga sampai tingkatan bersih hatinya terbukti dengan baik akhlaknya terbutki dengan tinggi ilmunya dan tidak mencari murid. Dia mengamalkan untuk dirinya sendiri setelah dilihat oleh orang lain ternyata dia berakhlak mulia berhati bersih arif bijaksana, orang lain minta dibimbing kepada dia. Kemudian dia dilantik secara ruhani oleh silsilahnya maka diikuti oleh orang lain. Calon seorang mursyid itu orang yang atas izin Allah ingin mencari ilmu Allah untuk menjadi hamba Allah yang baik oleh gurunya diberikan ilmu tauhid, fiqih, akhlak, hadits, tasawuf, nahu, sorof dll. Pendeknya seorang mursyid harus seorang yang 'alim. Oleh Allah masih digerakkan hatinya yang kemudian dipertemukan dengan seorang mursyid. Kemudian tarekatnya diamalkan dengan semua adab-adabnya dengan semangat Wushul Ilallah. Dari sekian ribu bahkan juta muridnya terpilihlah dia. Dipilih oleh Allah melaui gurunya bukan keinginannya sendiri. (karena apabila ada seujung rambut saja dalam hati seorang salik ingin mendapatkan kedudukan dan jabatan maka dia telah gagal, sebelum berangkat).

maka kita perlu pimpinan dari orang yang mampu melihat dan paham jalan ini (jalan ruhaniah menuju Allah). Orang ini disebut guru mursyid. Guru mursyid sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam perjalanan ruhani menuju taqwa. Dia dapat memimpin di bidang ilmu, akal atau hati, lahir maupun batin dan dalam semua hal sehingga hidup manusia dapat tertuju kepada Allah. Guru mursyid Allah beri anugerahkan ilmu-ilmu yang luar biasa, ilmu lahir juga ilmu batin.

Karena pentingnya guru mursyid ini, Imam Malik pernah berkata: “Barangsiapa yang tidak mempunyai guru mursyid maka syaitanlah yang akan menjadi gurunya.”
Orang yang bisa memimpin hati/ruhani (guru mursyid), hanyalah orang yang pintu hatinya terbuka, yaitu orang yang mempunyai basyirah. Bukan sekadar akalnya yang terbuka. Banyak orang yang akalnya terbuka, hingga dapat menangkap ilmu, tetapi sangat sedikit orang yang hatinya terbuka. Mursyid itu ialah orang yang hatinya terbuka luas dan dapat memimpin orang lain.

Jadi setiap orang mesti mencari seorang guru mursyid untuk memimpin dirinya walaupun dia alim. Setelah dia bertemu dengan guru mursyid yang layak, maka lahir dan batinnya perlu diserah kepada guru mursyid itu.
Jamaah Asy syahadatain Mencintai Guru Mursyid

Begitupun dengan mursyd jamaah asy syahadatain menurut cerita dari orang - orang tua , murid - muridnya dan kyia yang bertemu langsung dengan Habib Umar di zamanya sosok abah umar , tindakan, perilaku dan kata katanya sesuai dengan pembahasan para alim ulama tentang sifat ke mursydan yaitu :

1.       Menguatkan Agama dengan yakin
2.      Memberi makan ribuan fakir miskin
3.      tidak pernah meminta-minta dari manusia ataupun jin
4.      Mengajari orang bodoh sehingga mereka yakin terhadap agamanya.

Bahkan banyak juga kisah tentang kecintaan muridnya kepada Habib Umar melebihi segala apa yg dia punya termasuk dirinya sendiri setelah sang murid benar benar paham dan yakin tentang kedudukan dan kemuliaan Habib Umar.

1 komentar: